Siapkan Jurus Mabuk, Advokat Pro Rakyat akan kejar Aset First Travel


Sejumlah korban jemaah First Travel (FT) mendatangi kantor Inspektorat Kementerian Agama (Itjen Kemenag) Senin (28/1/2019). 



Kedatangan mereka ke kantor Itjen Kemenag guna menanyakan asal muasal penerbitan Keputusan Menteri Agama 589 tahun 2017 tentang pencabutan izin First Travel. Mereka menanyakan siapa pihak yang mengeluarkan aturan tersebut. 

“Saya meminta untuk inspektorat jenderal mencari siapa orang yang paling bertanggungjawab terkait keluarnya keputusan menteri agama nomor 589/2017. Walau itu produk menteri, tapi yang namanya produk menteri pasti ada yang namanya bottom up. Siapa?” ujar kuasa hukum jemaah First Travel Riesqi Rahmadiansyah di kantor Itjen Kemenag, Jakarta, Senin (28/1/2019). 

Riesqi menyatakan, peraturan tersebut menjadi pemicu jemaah FT tidak berangkat. Ia beralasan, keputusan Menag tersebut membuat First Travel tidak bisa memberangkatkan jemaah. 






Selain itu, lanjutnya, putusan tidak memperhatikan perjanjian antara Kemenag, FT, dan OJK tentang rencana pemberangkatan jemaah. Padahal perjanjian tripartit itu sudah menyepakati FT akan memberangkatkan 5000-7000 jemaah per bulan mulai November 2017.

Adapun menurut Inspektorat Bahwa KMA No 589 Tahun 2017 sudah sesuai Prosedur merupakan jawaban yang membuat hati jamaah teriris, mereka makin tidak memiliki harapan, mereka lelah, mereka pasrah, tetapi hal tersebut membuat Tim Advokat Pro Rakyat merencanakan mengeluarkan JURUS MABUK berupa Upaya Hukum Pra Peradilan di Pengadilan Negeri 

Hal tersebut terkait dengan Apabila penyitaan menyalahi aturan sebagaimana dalam Pasal 39 KUHAP maka orang yang bersangkutan dapat mengajukan PRAPERADILAN atas sah atau tidaknya benda yang disita sebagai alat pembuktian (vide Pasal 82 ayat (1) b dan ayat (3) d KUHAP. [5]



Redaksi : Aldi

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Siapkan Jurus Mabuk, Advokat Pro Rakyat akan kejar Aset First Travel"

  1. Ini kenapa pemerintah (tempat korban mengadu) tidak ada yg memperdulikan ya?
    Begitu banyak korban... Aset FT lah disita..., malah korban yg dipersalahkan... Ach...

    Ya Allah bimbing kami harus ngapain lagi ...

    Semoga advokat pro rakyat team sabar dan istiqomah memperjuangkan kami..

    BalasHapus