FIRST TRAVEL INGIN UMROHKAN JAMAAHNYA

Muhamad Akbar dari Tim Kuasa Hukum Andika menjelaskan beberapa aset First Travel seperti koper-koper, batik, mukenah dan lainnya yang sudah disediakan oleh First Travel sebagai perlengkapan keberangkatan jamaah First Travel untuk ibadah Umroh, di Depok, Senin (30/07/2018)

DEPOK, advokatprorakyat.org - PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) sudah ingin memberangkatkan jamaahnya untuk ibadah umroh. Niat itu disampaikan Kuasa Hukum First Travel Muhamad Akbar, Senin (30/7/2018) di Depok, Jawa Barat. “Mas Andika benar-benar serius untuk menjalani bisnis ini,” ujar Akbar (kompas.id, 2018).

Akan tetapi pada awal tahun 2016, terjadi perubahan kebijakan pelaksanaan ibadah umroh oleh Kementerian Agama (Kemenag), selaku regulator pembuat kebijakan ibadah umroh di Indonesia. Kemenag mewajibkan seluruh penyelenggara ibadah umroh yang ada di Indonesia bergabung ke dalam 4 Asosiasi penyelenggara ibadah umroh yang sudah ditetapkan oleh Kemenag itu sendiri.

Saat itu Andika Surachman sudah mengajukan pendaftaran ke 4 Asosiasi tersebut akan tetapi dipersulit untuk mendaftar, bahkan ditolak. Sehingga, otomatis First Travel tidak dapat memberangkatkan jamaahnya untuk ibadah umroh karena kebijakan baru tersebut. Alasan itulah yang membuat Andika membentuk Asosiasi penyelenggara ibadah umroh sendiri, agar dapat memberangkatkan jamaahnya, bahkan sudah disetujui oleh Kemenkumham.

Dari kebijakan baru Kemenag itulah proses bisnis dan kegiatan operasional First Travel mengalami perlambatan, akibat dari perizinan pemberangkatan jamaah-jamaah umroh First Travel melalui kebijakan baru Kemenag itu. Jamaah yang sudah dijadwalkan berangkat jauh-jauh hari sebelumnya menjadi tidak dapat berangkat, padahal perlengkapan ibadah umrohnya sudah disediakan oleh First Travel (lihat video), mulai dari koper-koper, batik, buku panduan haji dan umroh, kain ihram, mukenah, kaos dan lain sebagainya. Hingga pada akhirnya ramailah pelaporan berkas penipuan ibadah umroh First Travel dan laporan utang-piutang dari vendor ke Kepolisian (nasional.kompas.com, 2018).

Pada awalnya kasus First Travel masuk ke dalam ranah perdata, yaitu First Travel diwajibkan untuk memberangkatkan seluruh jamaah umrohnya dan membayar sejumlah utang vendor. Tetapi apa pasal, kebijakan baru Kemenag menghambat operasional bisnis First Travel sehingga tidak dapat menjalankan operasional seperti sebelumnya.

"Kalau begini, bisnis dan usaha First Travel seperti disengaja untuk dihambat laju operasional usahanya, walaupun banyak sekali jamaah menjadi korbannya. Disinilah mulai tercium seperti ada yang ingin memonopoli pasar perjalanan ibadah umroh di Indonesia. Buktinya First Travel sudah menyediakan semua sarana prasarana umroh bagi jamaahnya untuk berangkat umroh dan beberapa bulan setelah kasus First Travel banyak penyelenggara ibadah umroh lainnya yang tersandung kasus yang sama. Padahal mereka perusahaan yang sudah mapan dan teruji bertahun-tahun", ujar Sekjen Advokat Pro Rakyat.

Padahal First Travel juga sudah menyatakan kepada OJK untuk memberangkatkan jamaah umroh pada bulan November hingga Desember 2017 (finance.detik.com, 2017). Akan tetapi pada tanggal 8 Agustus 2017, Andika dan Anniesa ditangkap oleh Bareskrim Polri. Bagaimana memberangkatkan jamaahnya pada Desember 2017, jika pemilik kuasa operasional First Travel ditangkap pada Agustus 2017.

Saat ini Tim Kuasa Hukum Jamaah First Travel bersama Tim Kuasa Hukum Andika dan Tim Kuasa Pemegang Aset First Travel membentuk Tim Penyelamat Aset First Travel. Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan aset-aset yang dimiliki oleh Andika dan First Travel untuk digunakan kepada yang haknya, yaitu memberangkatkan jamaah ibadah umroh ke tanah suci.

Untuk itulah Tim Penyelamat Aset First Travel memerlukan berkas P21 dari Kejari Depok yang digunakan sebagai berkas penyitaan aset-aset First Travel, tetapi hingga detik ini Kejari Depok belum memberikan berkas tersebut kepada Tim Kuasa Hukum Andika. #SelamatkanAsetFirstTravel #SelamatkanJamaahUmrohFT


Buku panduan praktis manasik ibadah haji dan umroh yang disediakan First Travel bagi jamaahnya yang akan berangkat ibadah umroh terlihat di dalam gudang penyimpanan aset First Travel, di Depok, Senin (30/07/2018)

Sumber:
[1] First Travel Ingin Umrahkan Kliennya
[2] Jika Tak Ditangkap, Bos First Travel Merasa Masih Sanggup Berangkatkan Jemaah
[3] 7.000 Jemaah Umrah First Travel Berangkat Desember 2017

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "FIRST TRAVEL INGIN UMROHKAN JAMAAHNYA"

Posting Komentar