PERS RILIS ADVOKAT PRO RAKYAT: SIDANG DAKWAAN TERHADAP PEMILIK FIRST TRAVEL

PERS RILIS ADVOKAT PRO RAKYAT


HARI INI DIGELAR SIDANG DAKWAAN TERHADAP PEMILIK FT,
KEJELASAN JAMAAH SUDAH MULAI BISA TERLIHAT

Terdakwa pemilik First Travel jelang persidangan

Depok, 19 Februari 2018

JAKARTA, advokatprorakyat.org - Pada Pengadilan Negeri Depok dilakukan sidang perdana/dakwaan terhadap pemilik usaha First Travel. Ada 8 jaksa yang menjadi tim penuntut umum perkara bos First Travel. Jaksa akan menyusun surat dakwaan penipuan perjalanan umrah First Travel. "Ada 4 orang dari Kejagung, saya ketua timnya dan nanti dibantu JPU dari Kejari Depok. Jadi ada 8 orang", ujar Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung, Heri Jerman, di Kejari Depok.

Dan pada Persidangan hari ini telah di hadiri oleh ratusan lebih jamaah dan juga agen-agen First Travel, dalam sidang yang dilakukan di ruang utama Pengadilan Negeri Depok tersebut, terdapat banyak teriakan cemoohan yang dilakukan para jamaah/korban terhadap pemilik sekaligus terdakwa kasus pencucian uang tersebut, jaksa mendakwa pemilik First Travel dengan  Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau pasal 372 KUHP tentang penggelapan juncto pasal 55 KUHP, pasal 3 dan pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Dengan ancaman maksimal 20 Tahun Penjara.

Sidang yang akan dilanjutkan pada senin depan tersebut akan mengagendakan Eksepsi dari terdakwa, terkait hal tersebut diduga kerugian yang dialami oleh para korban berjumlah ada 63.310 Orang peserta dengan nilai Rp 905.350.000.000 ( Sembilan Ratus Lima Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah ), ini menjadi kasus penipuan terbesar sepanjang Republik Indonesia berdiri, tetapi dengan sisa aset berupa barang bukti yang dibeberkan Jaksa Penuntut Umum di antaranya sebanyak 774 gaun, 11 mobil, tiga rumah tinggal, satu apartemen, satu gedung kantor, uang Rp 1.539.715.000 ( Satu Milyar Lima Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Tujuh Ratus Lima Belas Ribu Rupiah ), serta barang berharga lainnya seperti kulkas dan dispenser, tentunya tidak akan cukup mengganti kerugian dan atau memberangkatkan hal pada 63 Ribu lebih jamaah.

Terkait hal tersebut Riesqi Rahmadiansyah dari Advokat Pro Rakyat menyatakan, “ Ya dakwaan sudah terlihat jelas, kami yakin hal tersebut dapat dibuktikan kejaksaan diPengadilan, kita tinggal menunggu proses dan vonis terhadap mereka, tetapi kalau bisa aset tersebut jangan sampai disita untuk Negara, seperti pada putusan kasus Pandawa, karena itu aset jamaah. Terkait upaya perdata, kami menunggu hasil PKPU. Setelah itu Advokat Pro Rakyat akan bergerak, dan setelah masa Reses usai, kami akan kembali ke Komisi VIII DPR RI Untuk meminta kembali komitmen mereka mengawal kasus ini”

Terkait hal tersebut memang Advokat Pro Rakyat sudah meminta kepada Komisi VIII untuk kembali bertemu di DPR RI membahas kelanjutannya ini, mengenai waktunya Riesqi Menjelaskan bahwa setelah Reses, kemungkinan di Pertengahan Maret mereka kembali ke DPR.

Narahubung : Riesqi Rahmadiansyah ( 081294730926 )

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PERS RILIS ADVOKAT PRO RAKYAT: SIDANG DAKWAAN TERHADAP PEMILIK FIRST TRAVEL"

Posting Komentar