Terdakwa Mengaku Disetrum Polisi Kemudian Dipaksa Mengakui Perbuatan Sebelum BAP

Sidang Kasus Warga vs Geng Motor di Jatiwaringin. Kejadian saat bulan puasa itu, warga yang sedang melindungi kampungnya dari serangan Geng Motor (yang saat itu ramai dimana-mana) dijadikan tersangka dalam persidangan, padahal mereka bukanlah orang-orang yang melakukan penganiayaan terhadap korban karena banyak sekali warga yang melindungi kampungnya karena Geng Motor sangat meresahkan Warga Jatiwaringin saat itu. Persidangan kemarin berlangsung dengan pernyataan terdakwa yang sebenarnya kepada Hakim, mereka mengakui perbuatan karena ada tekanan dan paksaan berupa pukulan terus menerus sampai mengaku bahkan setruman selama interograsi sebelum di-BAP agar mengakui apa yang tidak dilakukan oleh mereka.

JAKARTA, advokatprorakyat.org Pada Kamis, 26 Oktober 2017, sidang lanjutan kasus bentrokan geng motor versus warga Jatiwaringin digelar. Lima dari delapan terdakwa yang diperiksa mengaku disiksa petugas kepolisian untuk mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan. Bahkan salah satu diantara mereka mengaku disetrum punggungnya.

“Saya dipukuli, saya juga disetrum,” kata Fauzi, salah satu terdakwa kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara itu. Fauzi mengatakan dia dipukuli di ruang pemeriksaan karena kerap menolak mengakui membacok korban tawuran. “Begitu disetrum, saya tidak kuat lagi. Saya terpaksa mengakui apa yang tidak saya lakukan,” kata Fauzi.


Majelis Hakim akhirnya meminta kepada Jaksa Penuntut Umum agar menghadirkan petugas kepolisian yang memeriksa para terdakwa. Semestinya, penyidik yang memeriksa para terdakwa sudah diminta dihadirkan pada pekan lalu. Namun, tak ada seorang pun petugas yang hadir untuk dikonfrontir.

Dalam sidang itu, Jaksa Teguh Harianto tak banyak menanyakan perbuatan yang didakwakan. Tetapi lebih menanyakan mengenai rekontruksi. Namun, Teguh mengatakan akan memanggil petugas kepolisian yang diduga melakukan penyiksaan dan intimidasi itu.

Sementara itu, kuasa hukum para terdakwa, Riesqi Rahmadiansyah menyayangkan upaya jaksa yang hanya menggali fakta melalui rekontruksi. “Padahal klien saya sudah melakukan penolakan rekontruksi dan BAP ketika pengalihan berkas dari kepolisian ke kejaksaan,” kata Riesqi.

Sidang kasus ini, rencananya akan dilanjutkan Senin pekan depan. Agendanya pemeriksaan terhadap terdakwa dan konfrontasi keterangan para terdakwa dengan kepolisian.

Sumber: Nusantara News

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terdakwa Mengaku Disetrum Polisi Kemudian Dipaksa Mengakui Perbuatan Sebelum BAP"

Posting Komentar