Perbincangan Riesqi dengan Ahli TPPU Dr. Kristiawanto Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang Pada Kasus First Travel

JAKARTA, advokatprorakyat.org - Beberapa jam yang lalu telah dilakukan perbincangan tanya-jawab antara Riesqi Rahmadiansyah dengan Dr. Kristiawanto terkait TPPU pada kasus First Travel. Perbincangan ini dihadirkan khusus dari advokatprorakyat.org untuk menjelaskan perkara dipanggilnya artis terkait kasus First Travel. Berikut adalah pertanyaan Riesqi dan jawabannya langsung dari ahli TPPU, Dr. Kristiawanto.
  1. Bagaimana terkait pencucian uang terhadap orang-orang di sekeliling tersangka kasus FT?
  2. Apakah unsur Pasal 3 dan 4 itu sudah terpenuhi sehingga majelis bisa menjatuhkan vonis TPPU terhadap mereka?
  3. Ketika Syahrini mengakui menggunakan dana FT 1 Milyar, apakah hal tersebut lantas bisa menjadikan Syahrini sebagai tersangka?
  4. Lalu, bagaimana dengan Vicky Shu yang 108 juta, kemudian artis lainnya.
  5. Terakhir, apakah jika nanti tersangka yang ada di vonis, perkara ini selesai atau masih bisa dicari lagi pelaku, dan terutama dapatkah mereka yang terbukti TPPU di tuntut perdata?

Jawaban: 

  1. Yang perlu dipahami tindak pidana asal (predicate offence) kasus FT termasuk dalam ketentuan UU PPTPPU Pasal 2 ayat (1) atau tidak? yang sudah ditentukan secara limitatif. Itu yang perlu dibuktikan terlebih dahulu. Kemudian mengingat orang di sekeliling tersangka kasus FT yang patut diduga ikut menikmati itu yang menurut UU PPTPPU Pasal 5 UU disebut pelaku TPPU pasif. Pelaku pasif sebagaimana rumusan Pasal 5 juga dapat dipidana, namun menurut saya rumusan "dugaan atau patut diduga mengetahui" inilah rumusan yang tidak strict sehingga menimbulkan multi-tafsir dan menjadi celah undang-undang dimaksud, yang mirip KUHP Pasal 480 namun filosofisnya berbeda.
  2. Rumusan Pasal 3 dan Pasal 4 kurang tepat atau bisa dikatakan tidak terpenuhi unsurnya jika dikenakan orang disekelilingnya karena rumusan  Pasal 3 dan Pasal 4 itu termasuk kategori pelaku TPPU aktif.
  3. Pelaku pasif atau pengakuan Syahrini tidak dapat menjadikan dia tersangka, selama Syahrini mampu membuktikan kerja dia dengan FT profesional dapat ditunjukkan kontraknya dan obyek kerjaannya jelas.
  4. Vicky Shu dan artis lainnya sama halnya dengan Syahrini dianggap pelaku TPPU pasif, itu menurut saya tidak dapat dijerat selama bisa membuktikan wujud kerjanya secara profesional.
  5. Prinsip rezim anti pencucian uang adalah follow the money bukan follow the suspect, maka selama core crimes dapat dibuktikan maka aset hasil TPPU bisa disita, namun jika tidak dapat dibuktikan ya harta mereka harus dikembalikan. Menurut pendapat saya, sistem pembalikan beban pembuktian secara murni disini tidak dapat diterapkan karena bertentangan dengan prinsip perlindungan HAM, jadi sistem pembuktian berimbang yang dapat dibuktikan (balance probability principle).

Dr. Kristiawanto ahli TPPU melakukan perbincangan terkait kasus First Travel

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perbincangan Riesqi dengan Ahli TPPU Dr. Kristiawanto Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang Pada Kasus First Travel"

Posting Komentar