Press Release Kasus First Travel

PRESS RELEASE


Setelah selesai proses pendaftaran PKPU dalam kasus First Travel yang berlangsung selama 5 September sampai dengan 15 September 2017, maka untuk sementara kegiatan proses PKPU tersebut berhenti. Oleh karena itu, Advokat Pro Rakyat yang mendampingi 1.000 lebih jamaah akan melakukan pertemuan dan membahas kelanjutan dari upaya mereka tersebut, dan untuk hal tersebut Advokat Pro Rakyat bersama para jamaah akan melakukan Konferensi Pers dan Diskusi keberlangsungan upaya hukum tersebut.

Bahwa setelah ini, proses PKPU akan berjalan hingga 29 September 2017 dengan agenda voting untuk menentukan apakah First Travel pailit atau masuk dalam PKPU tetap. Jika dalam voting tersebut First Travel dinyatakan pailit, maka hampir dipastikan jamaah First Travel berjumlah 58.682 tidak dapat menuju Baitullah. Menurut Riesqi Rahmadiansyah, S.H. dari Advokat Pro Rakyat yang mendampingi 1.000 lebih jamaah, “Kuliah umum kami hari ini bertujuan mengedukasi jamaah tentang pentingnya kasus pailit First Travel dan kami juga menyampaikan agar para jamaah bersatu mendukung upaya hukum lainnya di luar upaya-upaya hukum yang sedang berlangsung yang akan ditempuh oleh Advokat Pro Rakyat bersama jamaah.”

Lebih lanjut Advokat Pro Rakyat berharap agar jamaah yang lain dapat menjadi satu suara, yaitu menolak pailit First Travel, agar upaya hukum yang dilakukan tidak menjadi sia-sia. Mengingat setelah kasus ini mencuat, proses pidana terhadap Annisa dan Andika tidak otomatis membuat First Travel yang merupakan subjek hukum selaku penyedia jasa umroh terhadap 58.682 jamaah gugur dari tanggung jawabnya, baik pidana maupun perdata. Jika nanti Annisa dan Andika terbukti bersalah di persidangan, maka First Travel harus tetap hidup agar dapat melakukan tanggung jawab perdata terhadap jamaah.

Menurut Andrasyah Perdana, S.H. dalam konferensi persnya di Kuliah Umum terkait upaya yang dilakukan Advokat Pro Rakyat beliau menyampaikan, “Minggu depan kami akan merealisasikan janji kami untuk memberikan kado spesial bagi Menteri Agama pada saat yang paling tepat dan walau diperuntukan untuk Menteri Agama, manfaat Kado Spesial ini akan dirasakan oleh seluruh masyarakat muslim di negeri ini.”

Kuliah Umum bagi jamaah First Travel terkait kado spesial untuk Menteri Agama oleh Riesqi Rahmadiansyah, S.H., di Jagakarsa, Sabtu (16/09/2017)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Press Release Kasus First Travel"

Posting Komentar